BAGIKAN SALIBMU
(Kepada Sahabatku TMdS)
Sahabat aku tahu hatimu
remuk
Meski tubuhmu masih kuat
menyangga jiwamu
Meski suaramu masih bernas tak
serak
Meski sorot matamu masih memancar
harapan
Kutahu jiwamu merontak
Dan saat di pembaringan engkau
menerawang ke surga
Ingin bertemu dengan Tuhan dan
bertanya
Mengapa Engkau beri salib
teramat berat?
Aku tahu separuh jiwamu terampas
waktu
Ketika matahari terlalu
cepat mencapai finisnya
Ketika buah hati terlalu melaju
cepat
Di ruas jalan-jalan penuh
tantangan
Dan ketika jiwa kecilnya
memberontak
Hingga berujung pada
perpisahan
Antara dunia kemerdekaan
Dan bumi penuh kesepian
Sahabatku aku tahu salibmu
terlalu berat
Kau tidak bisa memikulnya sendiri
Mungkin engkau harus
berbagi dengan sesama
Agar separuh bebanmu terhapuskan
Sebab yang kita sembah pun
perlu sesamanya
Memanggul salib dalam
ziarahnya ke Golgota
Lepaskan separuh dari kuk
yang menindih
Agar ayunan langkahmu
diringankan
Dalam doa-doaku
Kusebut namamu dan belaian
jiwamu
Kusebut buah cintamu
di kesunyian malam
Di kesendirian kamar
tahanannya
Sahabat engkau harus
berdiri tegar
Untuk menyongsong hari esok
Karena dunia anakmu
belum kiamat
Ia masih punya masa depan
Hari esoknya pasti indah.***
Denpasar, 5 November 2015
Komentar
Posting Komentar