HARI INI 21 TAHUN LALU




Tak ada kabut menyelimut kota kecil
Di lembah angin segar berhembus sepoi
Mencumbu bunga merah  akasia
Menebar harum bunga kopi arabika
Mataloko duapuluh satu tahun lalu
Hari ini kukenang kembali

Jerit tangis perempuan dari kamar bersalin
Mengedan menghadirkan buah hati
Suster-suster  tersenyum dalam ketulusan
Dengan pelayanan yang tak pernah setengah hati
Perawat-perawat pengabdi di BKIA St. Walburga
Yang tak pernah merasa lelah berkarya
Hari ini 31 Oktober 2015
Adalah kenangan tak terlupakan
Ketika matahari beranjak mengitari bumi
Hingga senja  hari

Hari ini adalah  syukur
Pada doa-doa  dan pelayanan  yang tulus
Saudara-saudariku di lembah Todabelu
Dan  anak-anak manis di lembah Mataloko
Doa dari sahabatku Martin Pedi
Yang menjemput hangat  pertarungan  jiwa raga
Perempuan  mengandung sembilan bulan
Dan dalam syair-syair  litany doa
Jam  21.00  malam yang dingin
Bayi kecil menggelar ritual tangis perdana
Lahir ke dunia sebagai generasi

Pukul 21.00  malam ini
Engkau  duapuluhsatu tahun
Anakku tumbuhlah menjadi dirimu sendiri
Raih masa depanmu
Karena tak ada warisan yang  kami tinggalkan
Kecuali perjuangan  yang tak berbatas
Agar  engkau tumbuh menjadi jiwa raga yang siap
Bertempur dengan  kenyataan-kenyataan duniawi
Selamat ulang tahun anakku Martinus Reswan Agwika Deghe
Bapa, mama,Ade mencintaimu***

Denpasar, 31 Oktober 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU