LEKE




Kucari jejak-jejakmu
Leluhur-leluhur  pembangun peradaban
Jejak Menyusur  jalan  sejarah
Dari pucuk bukit Waeguru
Pada lereng  gunung tanpa salju
Kucari jejakmu  pada kini yang sunyi
Ketika  aku kehilangan catatan sejarah
Entah kapan tangan-tanganmu
Menebas duri malu
Meratakan tanah perkampungan
Menanam  tiang-tiang batu padas
Menghadang  angin  timur dan barat
Menantang  angin laut dan gunung
Dan kau meteraikan nama: Nua Mulu!


Jejak telapakmu terkubur  jaman
Meski kisah-kisah menakjubkan
Masih kucatat dari warisan tutur kata
Dari generasi ke generasi  pencinta
Yang setia menyimpan  kisah karya  masa silam
Dalam tanda-tanda magis
Leluhur-leluhur yang  menapak  waktu
Mengayun langkah  mencari  rahim subur
Untuk menanamkan  nilai-nilai kemanusiaan
Dan mereka menemukan: Leke!


Seribu tahun  kampung  anggun di bukit
Pada kelimpahan  waekolo
Berjejer  rumah-rumah adat
Memanggul nama-nama sakral
Nama  leluhur berjiwa ksatria
Seribu tahun tanpa tangan-tangan anak cucu
Yang  ingin  melukainya

Hingga  waktu pun tiba
Tangan-tangan  anak cucu
Yang tak lagi bisa diikat warisan  ajaran adat
Jiwa anak cucu yang terpikat
Pada debur ombak di pantai Paupaga
Anak cucu yang tak segan berkhianat
Yang mencabut tiang-tiang batu
Mencabut Ngadhu dan Bhaga
Untuk ditanam kembali di tanah liar
Tanah tanpa titah
Tanah tanpa upacara


Leke yang sunyi
Tempat  keteguhan hati
Anak cucu yang setia
Yang enggan  berkhianat
Terhadap warisan budaya leluhur
Ini kampung  seribu jasad
Jasad nenek moyang
Yang  menyatu dengan  tanah airnya
Ini kampung  anak cucu yang setia
Mereguk sunyi kampung warisan
Dalam pelukan cinta
Leluhur yang tak pernah memejam mata
Semoga  kamulah yang abadi
Dan mengabadikan Leke.***

Denpasar, 30 Desember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU