HUJAN DI JAKARTA
Telah kau hentakkan musim
Menyiram dahaga
Membasahi padang jiwa
Yang berkesah : Kemarau!
Saat anak manusia gerah kepanasan
Telungkup di tanah gersang
Sambil menadah tangannya
Berseru: Beri kami air hujan!
Menyiram dahaga
Membasahi padang jiwa
Yang berkesah : Kemarau!
Saat anak manusia gerah kepanasan
Telungkup di tanah gersang
Sambil menadah tangannya
Berseru: Beri kami air hujan!
Salju menggulung dari kutub
Anak manusia menarik pelatuk nafasnya
Terlontar sudah peluru-peluru syukur
Lalu sujud syukur di sawah ladangnya
Yang sedang bercumbu dengan lumpur
Yang memberi roh kehidupan
Mendaras seribu doa pujian
Anak manusia menarik pelatuk nafasnya
Terlontar sudah peluru-peluru syukur
Lalu sujud syukur di sawah ladangnya
Yang sedang bercumbu dengan lumpur
Yang memberi roh kehidupan
Mendaras seribu doa pujian
Di ibukota banjir mengunyah kemewahan
Jalan kota dilalapnya
Anak-anak gendongan terkurung di istana
Dan anak-anak jelata bercerita lagi
Tentang musim hujan yang datang
Jalan kota dilalapnya
Anak-anak gendongan terkurung di istana
Dan anak-anak jelata bercerita lagi
Tentang musim hujan yang datang
Anak jelata berenang bebas
Sebab di saat kemarau
Kolam renang menjadi mahal
Tak peduli suara teriakan: Jakarta banjir!
Dan para penguasa dituding
Gagal berdamai dengan alam kehidupan
Sebab di saat kemarau
Kolam renang menjadi mahal
Tak peduli suara teriakan: Jakarta banjir!
Dan para penguasa dituding
Gagal berdamai dengan alam kehidupan
Para Penguasa pun mengajak rakyatnya
Mari kita berdoa!
Agar Tuhan tak menurunkan hujan
Supaya banjir tak menggempur Kemewahan ibukota negara
Meski di desa-desa tempat pangan dihasilkan
Doa tersalurkan: Beri kami hujan berlimpah.***
Mari kita berdoa!
Agar Tuhan tak menurunkan hujan
Supaya banjir tak menggempur Kemewahan ibukota negara
Meski di desa-desa tempat pangan dihasilkan
Doa tersalurkan: Beri kami hujan berlimpah.***
Tanjungbungkak 24102017
Komentar
Posting Komentar