IJINKAN AKU TUHAN




Ijinkan aku sejenak saja
Masuk ke pintu rumahMu
Sebab di luar terlalu ribut
Dengan debat-debat
Yang membosankan
Dan saling melukai


Aku sudah jenuh
Dengan lakon-lakon ketololan
Yang sedang dipentaskan
Aku muak menyaksikan
Episode penuh bara panas
Nyaris tanpa alinea terakhir


Aku ingin tenang
Tanpa kicau kemunafikan
Dari gerombolan berwajah santun
Dengan selembar hati bagai kipas baja
Yang menghangatkan tungku kebenaran
Mengusir cinta yang seharusnya ranum


Aku ingin siang yang bertabur belaskasih
Dan bumi yang tak tertimbun ancaman
Yang kudamba adalah malam yang tenang
Agar tidur pulas dan tak terganggu
Suara-suara yang mengajak perang
Karena buni ini milik kita bersana.***

Denpasar 22 Januari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU