PENGUNGSI
Di tenda-tenda kalian pulaskan jiwa
Di bawah bisikan alam yang terus mengalir
Dari kepundan perkasa gunung Agung
Yang mungkin sudah saatnya
Harus menumpahkan beban yang dipikul
Agar bisa berdamai dengan alam sekitarnya
Di bawah bisikan alam yang terus mengalir
Dari kepundan perkasa gunung Agung
Yang mungkin sudah saatnya
Harus menumpahkan beban yang dipikul
Agar bisa berdamai dengan alam sekitarnya
Di mendung malam kalian pulaskan jiwa
Di tengah tanda-tanda alam
Di tenda-tenda yang bukan rumahmu
Ini rumah singgahan untuk istirahat sejenak
Sebab alam tak pernah murka selamanya
Ia akan berhenti pada waktunya
Di tengah tanda-tanda alam
Di tenda-tenda yang bukan rumahmu
Ini rumah singgahan untuk istirahat sejenak
Sebab alam tak pernah murka selamanya
Ia akan berhenti pada waktunya
Rintik hujan menerpa atap terpal
Menciptakan lagu penuh penghiburan
Jangan menangis dan merasa kesepian
Karena di setiap bencana Tuhan mengulurkan tangan
Dan anak sesama bangsa melantunkan doa-doa
Membagi kasih dan pengharapan
Menciptakan lagu penuh penghiburan
Jangan menangis dan merasa kesepian
Karena di setiap bencana Tuhan mengulurkan tangan
Dan anak sesama bangsa melantunkan doa-doa
Membagi kasih dan pengharapan
Di tenda-tenda kalian pulaskan jiwa
Menanti saat yang akan tiba
Setelah alam kembali berdamai
Lalu kita sama-sama bersorak: Mari pulang!
Karena kehangatan selalu ada di sana
Di rumah sendiri meski sederhana.***
Menanti saat yang akan tiba
Setelah alam kembali berdamai
Lalu kita sama-sama bersorak: Mari pulang!
Karena kehangatan selalu ada di sana
Di rumah sendiri meski sederhana.***
Denpasar, 26 September 2017
Komentar
Posting Komentar