GUNUNG AGUNG
Pada senja ini
Engkau tegak menjulang
Bermahkota mega putih
Menatapku di laut lepas
Yang gelisah di rentang hari
Menanti penuh kecemasan
Kapan engkau luapkan amarah
Engkau tegak menjulang
Bermahkota mega putih
Menatapku di laut lepas
Yang gelisah di rentang hari
Menanti penuh kecemasan
Kapan engkau luapkan amarah
Engkau seperti melambaikan tangan
Memberiku sejuta harapan
Seperti engkau mendaras kata
Aku bukan pemusnah kehidupan
Karena di pulau ini
Ada roh Tri Hita Karana
Yang selalu terawat dengan bijaksana
Memberiku sejuta harapan
Seperti engkau mendaras kata
Aku bukan pemusnah kehidupan
Karena di pulau ini
Ada roh Tri Hita Karana
Yang selalu terawat dengan bijaksana
Agung, aku merasakan
Suaramu memberi harapan
Seperti engkau bertuah
Jika aku memuntahkan lahar
Karena kehendak alam
Tapi aku tetap ramah
Pada anak cucu Dewata
Suaramu memberi harapan
Seperti engkau bertuah
Jika aku memuntahkan lahar
Karena kehendak alam
Tapi aku tetap ramah
Pada anak cucu Dewata
Sosokmu tegak di balutan senja
Ketika laut biru menyibak jiwaku
Aku menatapmu pada selimut malam
Dan berdoa: Tuhanku peluk aku selalu
Biarkan Agung tetap perkasa
Agar sejarah kelam tak terulang.
Ketika laut biru menyibak jiwaku
Aku menatapmu pada selimut malam
Dan berdoa: Tuhanku peluk aku selalu
Biarkan Agung tetap perkasa
Agar sejarah kelam tak terulang.
Di teluk Padangbay , 21 Sept 2017
Komentar
Posting Komentar