KEPADA PENYAIR DOA-DOA SEMESTA
Ini kata-kata kurangkai dari keheningan
Dengan butir-butir air mata
Tidak untuk menangisimu
Sama sekali tidak
Tapi mengenangmu pada penggalan waktu
Aku terpaksa menengok kembali ke masa lalu
Saat pertemuan denganmu
Di Ende kota penuh kenangan
Pada catatan waktu di album hidupku
Dengan butir-butir air mata
Tidak untuk menangisimu
Sama sekali tidak
Tapi mengenangmu pada penggalan waktu
Aku terpaksa menengok kembali ke masa lalu
Saat pertemuan denganmu
Di Ende kota penuh kenangan
Pada catatan waktu di album hidupku
Sorot matamu
Senyummu
Ramahmu
Dan berkat yang senantiasa mengalir
Setiap kali ada pertemuan
Dan setelah usai perhelatan
Aku mengenangmu sebagai kakak yang baik
Sahabat yang sejati
Guru yang bersahaja
Imam yang taat
Senyummu
Ramahmu
Dan berkat yang senantiasa mengalir
Setiap kali ada pertemuan
Dan setelah usai perhelatan
Aku mengenangmu sebagai kakak yang baik
Sahabat yang sejati
Guru yang bersahaja
Imam yang taat
Engkau telah memaparkan ayat-ayat kehidupan
Yang harus dilakoni seorang juru warta
Engkau tanamkan semangat kesetiaan
Untuk mencintai apa yang telah dipilih
Engkau tuliskan wejangan-wejangan inspiratif
Yang terus membekas dalam ingatan
Engkau telah memberitahuku
Bagaimana mengumpulkan kata-kata
Untuk menjadi sarapan yang menghidupkan
Yang harus dilakoni seorang juru warta
Engkau tanamkan semangat kesetiaan
Untuk mencintai apa yang telah dipilih
Engkau tuliskan wejangan-wejangan inspiratif
Yang terus membekas dalam ingatan
Engkau telah memberitahuku
Bagaimana mengumpulkan kata-kata
Untuk menjadi sarapan yang menghidupkan
Jalan panjang telah engkau lalui
Sejarah pun telah engkau tuliskan
Monumen telah engkau dirikan
Untuk engkau wariskan
Agar semua yang pernah mengenalmu
Mengirimkan "doa-doa semesta"
Doa yang pernah mengalir dari sanubarimu
Dan doa yang engkau abadikan
Untuk batas waktu yang tak ditentukan
Sejarah pun telah engkau tuliskan
Monumen telah engkau dirikan
Untuk engkau wariskan
Agar semua yang pernah mengenalmu
Mengirimkan "doa-doa semesta"
Doa yang pernah mengalir dari sanubarimu
Dan doa yang engkau abadikan
Untuk batas waktu yang tak ditentukan
Hari ini perjalananmu berakhir
Ziarahmu telah sampai di batasnya
Tetapi buah-buah kalam tak pernah hilang
Sebab engkau sendiri telah wariskan
Untuk kudaraskan pada siang dan malam
Juga ketika aku merindumu
Aku tahu engkau masih hidup
Dalam sejuta kata
Dalam doa-doa semesta.***
Ziarahmu telah sampai di batasnya
Tetapi buah-buah kalam tak pernah hilang
Sebab engkau sendiri telah wariskan
Untuk kudaraskan pada siang dan malam
Juga ketika aku merindumu
Aku tahu engkau masih hidup
Dalam sejuta kata
Dalam doa-doa semesta.***
Denpasar, 27 Oktober 2017
Selamat jalan Pater John Dami Mukese
Selamat jalan Pater John Dami Mukese
Komentar
Posting Komentar