MENYERAH






Kalau kau lahir sebagai anak bangsa
Dengan darah keturunan pemberani
Pantang menyerah
Dan pantang berkilah
Sekarang saatnya kau menyerah
Pada pasal-pasal hukum di negeri ini
Sebab kewibawaanmu
Akan diatur oleh pasal-pasal hukum itu
Bukan oleh ocehan nyaring dari pinggir jalan

Namamu besar di negeri ini
Tapi adakah bocah-bocah Nusa Tenggara Timur
Dapat mengeja namamu: Setya Novanto?
Sebab mereka itu penaruh harapan
Pada tahtamu di gedung Senayan
Membela sejuta yang busung lapar
Membawa mereka ke sumber air yang tenang
Firdaus yang dijanjikan saat kampanye

Kalau kau lahir sebagai anak negeri ini
Dengan aliran darah nasionalisme
Pantang menghindari hukum
Dan pantang bersembunyi dari hukum
Sekarang saatnya engkau menyerah
Pada pasal-pasal atau ayat-ayat hukum
Bangkit dan berdiri tegak sekuat tiang batu karang
Dan hadapi dengan jiwa seorang pemberani
Jangan pernah menjadi pengecut


Sekaranglah saatnya menyerah
Bukan pada kekalahanmu
Tetapi pada kearifan hukum
Karena hanya dengan cara itu
Kau bersalah atau kau benar
Tak perlu menghindar
Bangkit dan berpacu dalam arena hukum
Seperti tegarnya seekor kuda Sandlewood di Tanah Sumba
Yang tak lelah bertarung mencapai garis batas
Menang atau kalah

Jika kebenaran ada di pihakmu
Akan kuhapus semua rasa penasaranku
Lalu aku akan berteriak-teriak di padang Nusa Cendana
Pulihkan nama wakilku dan kembalikan tahtanya
Tapi jika kau bersalah saatnya menyerah
Kau perlu menyepi di rumah tahanan negara
Untuk retret pemulihan yang lebih panjang.***
Denpasar, 20 November 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU