KAU MEWAKILI SIAPA?
Aku muak melihat wajahmu
Saat kau bicara di televisi
Bibirmu penuh cibir
Wajahmu penuh kebencian
Ah....kau ini wakilnya siapa?
Wakil rakyat atau wakil partai
Atau wakil suku dan golonganmu?
Saat kau bicara di televisi
Bibirmu penuh cibir
Wajahmu penuh kebencian
Ah....kau ini wakilnya siapa?
Wakil rakyat atau wakil partai
Atau wakil suku dan golonganmu?
Mengapa tiap kali kau bicara
Melonjak buih-buih kebodohanmu
Meski aku tak heran
Karena tahta yang kau duduk
Kau dapatkan dengan jalan pintas
Atas nama kuasa mengubah undang-undang
Melonjak buih-buih kebodohanmu
Meski aku tak heran
Karena tahta yang kau duduk
Kau dapatkan dengan jalan pintas
Atas nama kuasa mengubah undang-undang
Sungguh kau tampak tak berubah
Semakin hari semakin tolol
Kau bersekutu dengan golongan picik
Untuk melawan orang baik dan benar
Menggiringnya ke penjara
Lalu kau bersorak: Merdeka!
Semakin hari semakin tolol
Kau bersekutu dengan golongan picik
Untuk melawan orang baik dan benar
Menggiringnya ke penjara
Lalu kau bersorak: Merdeka!
Pueh...maaf kepada bumi ibu pertiwi
Aku tidak hendak meludahimu
Tapi aku harus sampaikan rasa
Yang menyesak di rongga dada
Karena setiap kau bicara
Aku tidak hendak meludahimu
Tapi aku harus sampaikan rasa
Yang menyesak di rongga dada
Karena setiap kau bicara
Aroma dengki menebar ke penjuru negeri
Kau tak menebar kedamaian
Dambaan anak semesta alam
Kau benar-benar goblok.***
Denpasar 3 Agustus 2017
Komentar
Posting Komentar