TENTANG PENABUR DI LADANG ANGGUR




Tentang penabur-penabur benih
di ladang anggur
Teruslah merawat ladang garapan
Membiarkan tunas anggur
memekarkan kuntumnya
Agar menghasilkan buah berlimpah
Karena hutan belukar telah diretas oleh para pendahulu
Bibit-bibit telah ditebarkannya
Tunas-tunas telah bercabang
Pucuk-pucuk anggur telah tumbuh
Dan kita adalah generasi penerus
Yang tidak boleh berpangku tangan
Sebab panggilan kita adalah kepastian
Untuk merawat ladang anggur
Yang sudah menghasilkan buah
Meski belum berlimpah ruah
Kita adalah generasi yang dilahirkan
Bukan sekedar dari rahim ibunda
Tetapi juga lahir dari rahim Gereja semesta
Yang dikukuhkan dengan
baptisan air dan roh
Kita menjadi murid-murid Sang Guru ilahi
Yang harus menebarkan lagi
benih-benih kasih
Di tanah gersang dan ladang tandus
Juga di tanah subur dan ladang berhumus
Menebarkan benih cinta kasih
dan pelayanan
Itu tugas dan panggilan masa kini kita
Jangan gelisah hanya karena
kita kawanan kecil
Jangan surut berkarya hanya karena
jumlah kita sedikit
Jangan mengeluh hanya karena
seringkali karya kita gagal
Jangan putus asa hanya karena
karya kita belum berakar
Sebab masing-masing kita punya kekuatan
Dan roh bertahta di tabernakel jiwa kita
Agar kita pantang menyerah
Dan tidak berhenti berbuat kebaikan
Mari kita bangkit dan berjalan bersama
Bergandengan tangan di tengah
keanekaragaman
Beriman tangguh di tengah ladang
garapan yang luas
Berdiri tegak mandiri tak goyah
di tengah badai dan taufan
Bersaksi santun di tengah masyarakat majemuk
Kita memang kawanan kecil
Tetapi bukan berarti kita berhenti berkarya
Sebab dunia membutuhkan kita
Menjadi lilin-lilin kecil
Yang bersinar di tengah kegelapan
Percayalah, sumber terang ilahi tak
akan pernah padam
Terang Sang Guru Yesus Kristus***

Gereja MBSB 29 Nov 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

PENYERAHAN