SURAT KEPADA PAHLAWAN




Untuk kalian semua
Yang tak pernah menghitung berapa butir keringat
Luruh pada debu gersang di medan perang
Yang tak pernah menghitung berapa tetes darah
Mengalir di simpang jalan perjuangan
Surat ini kutulis dengan rasa penghargaan
Pada pengabdian yang tanpa pamrih
Tanpa berharap tahta megah
Kecuali satu kata: Merdeka!



Yah, Cuma kata ini: Merdeka!
Menjadi sacral dalam kehidupanmu
Merasuk jiwa juangmu
Membuat jiwamu keras bagai baja
Lalu berani menerobos pada desingan peluru
Dan deru raung pesawat tepur memecah sunyi
Kalian terus maju pantang menyerah
Enggan mundur dan terus menghunus pedang
Melesatkan bambu runcing pada selaksa musuh
Karena jiwa kalian dikuatkan keinginan luhur
Merdeka dan menjadi bangsa yang bebas



Darah telah kalian tumpahkan di medan juang
Waktu telah kalian pertaruhkan atas nama bangsa
Kehidupan telah kalian gantungkan
Pada tiang kesetiaan yang tetap menjulang
Semangat telah kalian sangkutkan
Pada tanah warisan ibu pertiwi
Kalian pertahankan dengan darah dan keringat
Dengan air mata dan nyawa yang meregang
Karena cinta pada tanah air ini
Tak bisa dikalahkan dengan cara apapun



Kutulis surat ini untuk kalian
Pahlawan-pahlawan yang kini terbaring
Pada pusara bernama dan tak bernama
Bukan untuk sekedar rasa hormat padamu
Tapi untuk mengenang perjuanganmu
Yang telah kalian wariskan pada catatan sejarah
Menjadi harta untuk dimaknai
Untuk direnungkan dan diteladani
Pahlawan-pahlawanku perkasa


Kalian telah mewariskan tanah air yang beradab
Dengan kekayaan dan keanekaragaman
Kini jadikan kami pahlawan-pahlawan kebajikan
Yang melawan musuh para korupsi
Pahlawan yang berperang dengan narkoba
Yang berani berteriak untuk berdamaian
Yang menghormati kehidupan
Dan tetap setiap pada tanah air
Pada Nusa, Bangsa dan Negara
Indonesia yang tak boleh digadaikan



Para pahlawanku yang perkasa
Kami tahu kalian tak pernah mati
Karena tubuh dan darahmu telah menyatu
Dengan tanah leluhur ibu pertiwi
Ajarlah kami untuk menjadi pahlawan masa kini
Membangun rasa hormat yang beradab
Membangun cinta dalam keragaman
Dan cinta tertanam pada darah merah putih
Cinta Indonesia sampai kekal abadi.;***
Denpasar, 10 November 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU