JALAN TERJAL




Tangga-tangga di rumah ini terlalu terjal
Aku  kalah mendaki ke puncak
Untuk bersama-Mu di singgasana
Doaku  terbang  tanpa arah
Tersapu  angin  bukit sunyi

Aku rebah di kaki-Mu
Lidahku telah kaku
Aku telah kehabisan kata
Untuk  menyusun  puisi kejujuran
Menjawab  bisikan-Mu

Tapak-tapak jalan di rumah ini
Terasa sangat berliku-liku
Langkah kakiku  telah  mati
Aku gagal mengejar  cinta
Selain menunggu waktu untuk pulang.***

Ritapiret, Maret 1988


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU