MARI MENYULAM


 

Ketika damai di negeri ini disobek
Haruskah engkau ulurkan lagi tanganmu
Untuk melebarkan robekan
Sambil menepuk dada: Akulah pahlawan!
Tidak, kau hanya petir yang menggelegar
Di saat penghuni bumi sedang berduka
Ledakan napasmu lebih dasyat dari bom
Dan ujung lidahmu lebih tajam dari belati
Kau juga pemusnah kemanusiaan

 

Ketika damai di negeri ini tercabik-cabik
Haruskah kau lebarkan jalan
Menuju ke ladang pembantaian
Sambil mengepalkan tanganmu
Berteriak: Ayo, mari kita perang!
Tidak, kau hanyalah pemangsa liar
Yang telah kehilangan rasa kemanusiaan
Yang selalu menularkan kebencian
Dan membunuh peradaban 

 

Jika damai di negeri kita
Adalah selimut cinta yang menghangatkan
Seharusnya jangan biarkan sobekan terus meluas
Mari kumpulkan jarum penyatu
Dan benang pengikat
Dan bersama menyulamnya lagi
Sebab selamanya negeri ini
Rahim ibu kita bersama.***

Denpasar 16 Mei 2018

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

PENYERAHAN