PADAMU AKU BERKELUH
PadaMu asal semua keajaiban
Asal sumber air cinta yang terus mengalir
Membasahi padang rumput yang gersang
Agar menjadi hijau dalam kemilau
PadaMu aku berkeluh
Mengapa aku selalu merasa dahaga
Ketika Engkau turunkan air kehidupan
Dan membiarkan manna gugur dari langit
Mengapa aku selalu merasa kekurangan?
Asal sumber air cinta yang terus mengalir
Membasahi padang rumput yang gersang
Agar menjadi hijau dalam kemilau
PadaMu aku berkeluh
Mengapa aku selalu merasa dahaga
Ketika Engkau turunkan air kehidupan
Dan membiarkan manna gugur dari langit
Mengapa aku selalu merasa kekurangan?
Aku tahu cintaMu tak berbatas
Tak juga bertepi seperti lipatan kertas
Aku tahu cintaMu mengalir bagai air bah
Menyusuri lekak lekuk jiwaku
Aku tahu Engkau senantiasa menyinggahi hatiku
PadaMu aku berkeluh
Mengapa aku seperti sungai yang keruh
Seperti laut bergelombang dasyat
Penuh amarah sukma kehilangan rasa mencinta?
Tak juga bertepi seperti lipatan kertas
Aku tahu cintaMu mengalir bagai air bah
Menyusuri lekak lekuk jiwaku
Aku tahu Engkau senantiasa menyinggahi hatiku
PadaMu aku berkeluh
Mengapa aku seperti sungai yang keruh
Seperti laut bergelombang dasyat
Penuh amarah sukma kehilangan rasa mencinta?
PadaMu sumber kekuatan semua jiwa yang lemah
Aku selipkan doa-doa tobat
Untuk sesal yang seringkali terasa munafik
Penuh dengan kepura-puraan
Aku lupa pada kasihMu yang tiada berbatas
Yang mengalir meluap-luap tanpa pamrih
Bahkan bilur-bilurMu pun diserahkan
Untuk silih atas dosa-dosaku
Aku selipkan doa-doa tobat
Untuk sesal yang seringkali terasa munafik
Penuh dengan kepura-puraan
Aku lupa pada kasihMu yang tiada berbatas
Yang mengalir meluap-luap tanpa pamrih
Bahkan bilur-bilurMu pun diserahkan
Untuk silih atas dosa-dosaku
PadaMu aku berkeluh
Ya Tuhan,ya Bapa....
PadaMu seluruh keutamaan mengalir
Mengubah muka bumi menjadi tempat kehidupan
Mahluk-mahluk yang terus menyusuri waktu
Tanaman yang tumbuh penuh rahasia
Dan manusia yang Engkau ciptakan
Sebagai mahluk berakal budi mengkhianatiMu
Jatuh di bibir pinggan dosa bertubi
Berpesta di atas penderitaan sesame
Mengubah muka bumi menjadi tempat kehidupan
Mahluk-mahluk yang terus menyusuri waktu
Tanaman yang tumbuh penuh rahasia
Dan manusia yang Engkau ciptakan
Sebagai mahluk berakal budi mengkhianatiMu
Jatuh di bibir pinggan dosa bertubi
Berpesta di atas penderitaan sesame
Oh Tuhan, padaMu aku berkeluh
Ini hidupku yang telah menjauh dari kemahMu
Seperti cendana di tanah karang
Meranggas pada setiap musim
Mencoba bermetanoia pada saatnya
PadaMu kehidupan telah kutimba
Engkau pokok anggur yang berbuah bernas
Yang selalu kupetik dan merasakan nikmat
Lewat suaraMu yang bergema sepanjang jaman
Engkau yang tak pernah tidur
Menemani perjalannan hidupku
Turut larut dalam suka dan dukaku
Engkau pokok anggur yang berbuah bernas
Yang selalu kupetik dan merasakan nikmat
Lewat suaraMu yang bergema sepanjang jaman
Engkau yang tak pernah tidur
Menemani perjalannan hidupku
Turut larut dalam suka dan dukaku
Aku tahu Engkau tertawa saat aku tertawa
Dan Engkau menangis saat aku menangis
Tapi mengapa aku begitu mudah mengkhianatiMu?
Tuhan, padaMu aku berkeluh
Ini jiwa selalu lari dariMu
Dan terperosok pada lembah penuh onak duri
Aku tahu Engkau penuh kuasa
Meremukkan tulang belulang musuh jiwaku
Mematahkan taring-taringnya
Yang siap menerkamku setiap waktu
Melumatkan kuasa kegelapannya
Yang sering mengggiringku ke bibir neraka
Tetapi mengapa mataku rabun tak melihat
Dan hatiku buta tak merasakan?
PadaMu aku berkeluh
Tuhan, tinggallah bersamaku setiap waktu
Meski aku tak pantas menjadi kemahMu
Meremukkan tulang belulang musuh jiwaku
Mematahkan taring-taringnya
Yang siap menerkamku setiap waktu
Melumatkan kuasa kegelapannya
Yang sering mengggiringku ke bibir neraka
Tetapi mengapa mataku rabun tak melihat
Dan hatiku buta tak merasakan?
PadaMu aku berkeluh
Tuhan, tinggallah bersamaku setiap waktu
Meski aku tak pantas menjadi kemahMu
Telah kutorehkan jalan siarah yang panjang
Ada titik-titik hitam penuh noktah
Dosa-dosa yang telah kutulis sendiri
Pada seluruh lembar sejarah kehidupan
Aku lelah dalam dosa dan kesepian jauh dariMu
Padahal Engkau begitu dekat dan menyapaku
“Anakku, apa kabar hidupmu hari ini?”
Ada titik-titik hitam penuh noktah
Dosa-dosa yang telah kutulis sendiri
Pada seluruh lembar sejarah kehidupan
Aku lelah dalam dosa dan kesepian jauh dariMu
Padahal Engkau begitu dekat dan menyapaku
“Anakku, apa kabar hidupmu hari ini?”
Tuhanku, padaMu aku berkeluh
Ini tobat mesti kupahatkan lebih mendalam
Pada seluruh relung jiwaku
Sebab aku tahu Engkau mencintaikku
Juga di saat aku jatuh dalam dosa
Aku masih terus belajar untuk bermetanoia.***
Denpasar, di Ujung Pagi
Jumat 10 November 2017
Jumat 10 November 2017
Komentar
Posting Komentar