MAWAR DI OMBAK WAESUGI
Kau seperti menjelma
Menjadi setangkai
mawar
Mekar dari riak-riak
ombak
Pantai sakral di laut
selatan
Kau menjadi sangat
gemulai
Disibak desiran angin
Pada balutan lekak lekuk ragawi
Kemolekan milikmu
Kau menjadi sangat
istimewa
Ketika matahari menerjang pasir coklat
Dan bayangmu
terlukis di situ
Pada jejak-jejak
telapakmu
Saat kau berlari ke
tepian
Lalu kau menikamku
Dengan sorot matamu
Setajam sembilu
Mungkin ini pertemuan terakhir
Karena gerbang dunia di pulau ini
Tertutup untukku
Dan aku menghentikan
langkah
Cukup sampai di sini
Lorong dunia lain
telah terkuak
Dan aku ingin
menyusurnya
Sampai berakhir entah
dimana
Esok bila waktu sudah
tiba
Kita tak lagi melukis
jejak di pantai ini
Aku pun tak ingin tahu
Kau mau mengayun
langkah ke arah mana
Ketika kau telah
memutuskan
Tak akan bersamaku terbang ke ufuk barat
Terimakasih untuk kebersamaan
Dan sejemput kenangan
ini
Di pantai ini suatu waktu aku kembali
Sekedar duduk untuk memetik angin
Mudah-mudahan engkau datang
Dan kita bertegur sapa
Sebagai sesama.***
Pantai Waesugi, Agustus 1978
Komentar
Posting Komentar