MATALOKO (2)



Kota di lembah basah gerimis
Bertunas  bibit-bibit di kebun semai
Mataloko  kota bait-bait doa yang terjawab
Ketika  kecambah di ladang panggilan
Tumbuh menjadi pokok anggur
Dan siap ditabur ke penjuru dunia

Kota para jejaka yang melawan kodrat
Meski bukan untuk membunuh kelaki-lakiannya
Kota pencipta para pengabdi
Yang siap terbang ke segala atah mata angin
Mengucap kata: ini aku utuslah aku!

Mataloko kucatat kau dalam kenangan
Melukis ragamu pada sederet kata
Agar ketika generasi kami berlalu
Masih ada yang mewariskan
Bahwa dari rahimmu telah lahir penebar sabda
Yang menyangkal kelaki-lakiannya

Mataloko, dari rahimmu yang mungil
Telah lahir seribu pengabdi
Yang setiap saat menebar firman
Dari arah matahari terbit
Hingga ke ufuk matahari terbenam
Dari rahimmu  kami menjadi seperti sekarang ini.***

Denpasar, 27 Agustus 2016




Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

PENYERAHAN