MALAM INI PENUH KERINDUAN




Malam-malam merindu
Padamu  puisiku
Yang terbaring
Mengerang
Sambil menghitung tasbih
Kuharap sampai di ujung pagi
Agar masih sehari lagi
Melihat matahari

Puisiku sejuta kata
Yang tak terucap
Kelu terhadang
Riak-riak gelombang
Aku takut
Kau tergulung
Lalu hilang
Dan tak kembali lagi

Aku melihatmu dari jauh
Oh puisi  yang mengalir
Dari satu Rahim ibu
Engkau terbaring
Di dipan putih
Meneteskan peluh
Dan mungkin air mata jiwa

Di sini pada ujung pagi
Aku  terhempas
Memejam mata dan berdoa
Tuhan, masih adakah mujizat
Untuk membuatku tersenyum?
Aku berserah padaMu
Terserah!

Denpasar subuh 1 Mei 2016

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

PENYERAHAN