LAMBAIAN TANGAN TERAKHIR



Engkau berdiri di buritan Ratu Rosari
Rambutmu kau biarkan berkibar
Seperti menebar jiwamu
Yang kau bilang
Aku ingin merdeka
Sambil melambaikan tangan

Di Sadang Bui
Di sini mungkin kisah akan dimulai
Perpisahan tanpa kepastian
Ah, mengapa kita pernah berlabuh
Di rahim kota debu ini
Dan engkau mengajarku
Mencatat setiap jengkal sukma?

Aku tahu kita berbeda
Tapi aku tak perduli
Karena rasa bisa menjalar
Di semak-semak penuh onak dan duri
Dan mungkin tersangkut di hatimu

Dari Jong Ratu Rosari
Engkau memanahku lebih tepat
Mungkin ini tapal batas
Yang tak bisa kulewati
Selamat jalan ibu guruku
Kukenang lambaian tanganmu
Selamanya***

Maumere, awal November 1976
Perpisahan di Pelabuhan Sadangbui Maumere

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

PENYERAHAN