KISAH SEORANG NELAYAN



Namamu  Rochidi
Matahari bagi sepuluh bintang
Yang harus terus bersinar
Di musim  tanpa kepastian
Engkau pantang menyerah
Bertarung dengan laut musim gelombang
Karena hidup harus dilanjutkan

Pada senja  hari musim laut garang
Pantai selatan  tetap menawan untukmu
Menitip  nasib  sepanjang  malam
Pada biduk kecil tanpa layar
Mendayung  sampan ke tengah samudera luas
Karena  rahasia hidup  ada di kedalaman lautan
Dan  berkah senantiasa tercurahkan
Dari tebaran pesona  bunga-bunga koral

Di rumah tepi laut
Bintang-bintangmu  menanti fajar
Dan belaian jiwa setia berdoa
Agar saat matahari terbit
Engkau kembali  membawa senyum
Dalam  keberuntungan atau kemalangan
Sebab  ritme hidup  sudah  dibiasakan
Oleh  kemurahan  alam

Hidupmu adalah  tetesan  keringat
Menyatu  dengan embun laut malam
Dalam  peta bumi yang gulita
Engkau  tancapkan  pengharapan
Dan  iwa penuh kepasrahan
Jika malam ini ibu laut enggan mencurah susu
Kau selalu berharap
Malam berikutnya ada kelimpahan
Sebab katamu: Laut tak pernah surut

Di pantai  selatan
Kau kibarkan bendera  kemerdekaan
Untuk  tidak menadah tangan
Enggan mengemis  bakul-bakul bantuan
Maka tangan kekarmu menjulur ke laut lepas
Sambil berteriak: Ini  laut kehidupan
Yang  bisa mengubah nasib
Meski  dilupakan oleh  para bijaksana.***

Puger Jember, Juni 1984

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

PENYERAHAN