KEPADA CICILIA MESTI SUMIWI
Kita bukan pengantin yang baru kemarin
Mengikat janji di altar Tuhan
Tidak sayang, tidak!
Kita adalah pemelihara bejana tanah liat
Tempat kita menyimpan kesetiaan
Meski ada noda yang tercipta
Lalu kita hapus bersama
Dengan kata maaf tanpa syarat
Kita memanggul kelemahan menjadi perekat
Menjadi Batu karang saling rasa
Yang tak tergoyahkan
Kita telah menyusuri jalan panjang berkelok
Menuruni jurang dan mendaki tebing
Kita senantiasa bergandengan tangan
Dan bersandar pada harapan
Memimpikan akhir ziarah yang indah
Entah aku yang pergi menyepi
Atau mungkin engkau terbang ke langit
Tetapi catatan di atas nisan
Adalah kesetiaan abadi
Kita telah mereguk suka dan duka
Melewati penggalan sejarah air mata
Kita seperti dua pohon kerdil di padang luas
Di terpa angin dari segala arah
Dan aku hampir tercabut dari akar iman
Tetapi engkau adalah ranting yang kuat
Yang mengaitkan cintamu dengan tulus
Dan aku berdiri penuh kekuatan
Karena engkau telah menjadi benteng doa
Hingga rumah cinta kita tak tergoyahkan
Kita telah larut dalam kebersamaan
Terekat dalam kesetiaan
Terikat dalam penyerahan
Terbungkus dalam tahta iman
Sekarang tidak penting lagi
Menghitung berapa tahun kita bersama
Karena kita sudah sama-sama yakin
Janji suci kita pasti akan berakhir
Ketika kita yang tak punya kuasa
Harus pulang memenuhi panggilanNya.***
Denpasar, 2 Maret 2016
Di HUTmu ke-48
Komentar
Posting Komentar