CATATAN DARI TAWANGALUN
Seribu orang singgah di
sini
Sejenak memejam mata
Perempuan-perempuan menyusui bayinya
Dan laki-laki menyedot tembakau
Sambil matanya liar ke
dada bernas
Menjilati panorama
Aku tak tahu hasratnya
bermuara dimana
Lelaki kekar berebut penumpang
Menjadikannya boneka
mainan
Demi komisi satu dua
rupiah
Perempuan setengah baya terengah
Bersandar di bangku penunggu
Berteriak: Brengsek!
Sambil memeluk dadanya
Yang kesakitan
Matahari di Tawangalun masih memanggang
Bulir-bulir keringat perempuan pemulung
Memungut puntung rokok
Menggapai plastik kemasan mineral
Orang-orang yang membuang sampah
Persis di wadah bertuliskan: Buang Sampah di sini!
Pemulung menggerutu: Matahatimu telah buta!
Tapi iabersyukur atas rejekinya
Senja di Terminal
Tawangalun
Matahari berpamitan
Perempuan menebar senyum
Bertanya: Mau kemana mas?
Terminal menjadi sunyi
Dari jendela bis kota terakhir
Kulihat ia membuang ludah: Pueh!
Entah kepada siapa ia luapkan amarah
Mungkin juga terhadapku
Selamat tinggal sunyi
malam.***
Terminal Tawangalun Jember, Januari 1985
Komentar
Posting Komentar