MUNGKIN KITA TERLALU GELISAH
Mungkin kita terlalu gelisah
Dalam memainkan dawan kehidupan
Atau telinga kita yang tak peka
Membedakan mana musik yang
selaras nada
Dan mana yang minor menyobek
gendang telinga
Mungkin kita terlalu peka
melihat orang lain
Hanya dari kaca mata kita
Dan bukan dari yang lazim dan
dikehendaki orang banyak
Kita seringkali menjadi sangat gelisah
Ketika orang lain menjadi
dirinya sendiri
Yang bicara apa adanya menurut
hati nuraninya
Dan kita menghakiminya: Kau melanggar norma!
Kita sering cenderung mempersoalkan
Hal-hal yang sesungguhnya tidak
prinsipil
Yang jika kita belajar untuk
menutup telinga
Tak akan membawa
masalah apapun
Mungkin kita terlalu sensitif
hingga tak bisa belajar untuk
diam
Sambil mencermati
apa yang seharusnya
Perlu diakukan untuk hasil yang lebih besar
Seringkali kita menyoal hal-hal
yang tak perlu dipersoalkan
Sedangkan waktu yang berharga
Terus mengalir bagai air di sungai
Kita menjadi kumpulan orang yang
selalu terlambat sampai di tujuan
Kita terlalu gelisah untuk
hal-hal kecil
Hingga mengabaikan hal-hal
besar
Kita biarkan diri kita terperangkap rasa khawatir
Padahal belum tentu yang kita
pikiran terjadi
Kita terlalu peka melihat
kelemahan orang lain
Hingga merasa bahwa kita harus meluruskannya
Sedangkan kita sendiripun tidak sempurna
Sudah, cukup sudah teman
Kupikir kita harus menengok ke dalam jiwa
Menemukan siapa kita agar tepat
menjawab
Jika ada yang bertanya:
Siapakah aku dan siapakah kau?***
Denpasar, 6 Januari 2016
Komentar
Posting Komentar