SURAT CINTA PASUTRI
Kepada belahan jiwaku
Yang kusapah dengan satu kata: Istri!
Kutulis surat cinta ini untuk memastikan
Bahwa kita pernah menjadi pengantin
Yang mengikat janji di altar Tuhan
Kita sudah sama-sama bersiarah
Menjelajahi liku-liku kehidupan
Sambil mereguk suka dan duka
Menelan untung dan malang
Kita adalah pemelihara bejana iman
Tempat kita menyimpan kesetiaan
Meski ada noda yang tercipta
Tetapi kita hapus bersama
Dengan kata maaf tanpa syarat
Kita memanggul kelemahan-kelemahan
Karena kita tidak sempurna
Tapi kuyakin, oh belaian jiwaku
Kelemahan kita adalah perekat
Untuk menyusun menara kesetiaan
Menjadi batu karang tak tergoyahkan
Kita telah menyusuri jalan panjang berkelok
Menuruni jurang dan mendaki tebing
Kita senantiasa bergandengan tangan
Dan bersandar pada harapan
Memimpikan akhir ziarah yang indah
Kusadar oh belaian jiwaku
Suatu saat kita akan sampai di perbatasan
Entah aku yang pergi menyepi
Atau mungkin engkau terbang ke langit
Tetapi catatan di atas nisan adalah kesetiaan abadi
Dan menjadi buku hidup
Tempat anak-anak kita menimba kekayaan
Untuk menyuburkan cinta kasih mereka
Kepada belahan jiwaku
Yang kusapa dengan satu kata: Suami!
Aku telah merebahkan jiwaku dalam kesetiaanmu
Kita telah mereguk suka dan duka
Melewati penggalan sejarah air mata
Kita seperti dua pohon kerdil di padang luas
Di terpa angin dari segala arah
Tetapi kita tetap kuat menopang langit
Karena iman yang berakar
Mengalahkan segala rasa tawar
Engkau telah menjadi tiang kokoh
Yang tak tergoyahkan
Dan aku telah menaruh semua harapan
Mengaitkan cinta suci padamu
Hingga aku berdiri penuh kekuatan
Karena engkau telah menjadi benteng doa
Hingga rumah cinta kita menjadi tasik yang damai
Kita telah larut dalam kebersamaan
Terekat dalam kesetiaan
Terikat dalam penyerahan
Terbungkus dalam tahta iman
Sekarang tidak penting lagi
Aku menghitung berapa tahun kita bersama
Karena kita sudah sama-sama yakin
Janji suci pasti akan berakhir
Ketika kita yang tak punya kuasa
Harus pulang memenuhi panggilanNya
Dan yang bisa kita wariskan
Adalah cinta suci yang tak terceraikan.***
Denpasar 2016
Komentar
Posting Komentar