SEUNTAI DOA
Bibir-bibir kecil
Menawarkan ketulusan
Putih seperti buih ombak Ena Lewa
Mendaraskan litania
Dengan bola mata tulus
Seperti mata air di kali dua
Yang tak kering di musim kemarau
Kamu memikatku
Menawarkan ketulusan
Putih seperti buih ombak Ena Lewa
Mendaraskan litania
Dengan bola mata tulus
Seperti mata air di kali dua
Yang tak kering di musim kemarau
Kamu memikatku
Keping-keping senyum
Menyejukkan hati
Menenangkan sukma
Ketika seuntai doa dilambungkan
Tanpa seikat mawar
Tanpa nyala lilin
Tanpa kue tar
Kecuali seutas ketulusan
Dari jiwa anak-anak
Yang seringkali menghibur
Menyejukkan hati
Menenangkan sukma
Ketika seuntai doa dilambungkan
Tanpa seikat mawar
Tanpa nyala lilin
Tanpa kue tar
Kecuali seutas ketulusan
Dari jiwa anak-anak
Yang seringkali menghibur
Ini seuntai doa
Mengalir dari jiwa putih
Kuncup bunga yang sedang mekar
Ketika usiaku bertemu satu titik
Dan aku ada di sini
Bersama waktu yang terus mengalir
Kamu bersenandung
Selamat ulang tahun pak guru
Mengalir dari jiwa putih
Kuncup bunga yang sedang mekar
Ketika usiaku bertemu satu titik
Dan aku ada di sini
Bersama waktu yang terus mengalir
Kamu bersenandung
Selamat ulang tahun pak guru
Ah, bibir-bibir kecil
Dan jiwa-jiwa putih
Kamu adalah generasi yang berlari
Menggapai bintang di langit
Dan aku menuntunmu
Sampai di garis finis.***
Dan jiwa-jiwa putih
Kamu adalah generasi yang berlari
Menggapai bintang di langit
Dan aku menuntunmu
Sampai di garis finis.***
Aimere, 25 Mei 1978
Ketika usia kembali berlari
Ketika usia kembali berlari
Komentar
Posting Komentar