SENANDUNG NATAL UNTUK PENGUNGSI
Ini natal yang datang di setiap Desember
Butir-butir hujan luruh dari langit
Menerpa atap gereja
Di sini aku masih boleh berlutut
Pada deretan bangku antara cahaya lilin
Sambil melantunkan doa-doa pujian
Madahkan Gloria menyambut kelahiran-Mu
Butir-butir hujan luruh dari langit
Menerpa atap gereja
Di sini aku masih boleh berlutut
Pada deretan bangku antara cahaya lilin
Sambil melantunkan doa-doa pujian
Madahkan Gloria menyambut kelahiran-Mu
Di sini aku merayakan natal
Di negeri bermatra kemerdekaan
Menyambut datang-Mu dalam suka cita
Di antara kerlap-kerlip lampu natal
Dan aroma dupa persembahan
Sujud menyembah-Mu
Tanpa menggigil kedinginan
Di negeri bermatra kemerdekaan
Menyambut datang-Mu dalam suka cita
Di antara kerlap-kerlip lampu natal
Dan aroma dupa persembahan
Sujud menyembah-Mu
Tanpa menggigil kedinginan
Di sini natal berhias jalan damai
Pada negeri beradab persaudaraan
Tetapi Engkau ada di mana-mana
Melawat penderitaan anak manusia
Di belahan bumi yang dilanda kelaparan
Mereka yang hidup tanpa kemerdekaan
Terperangkap di medan perang
Ya Tuhan, ya Putra Allah
Engkau menggigil kedinginan
Bersama mereka yang menderita
Pada negeri beradab persaudaraan
Tetapi Engkau ada di mana-mana
Melawat penderitaan anak manusia
Di belahan bumi yang dilanda kelaparan
Mereka yang hidup tanpa kemerdekaan
Terperangkap di medan perang
Ya Tuhan, ya Putra Allah
Engkau menggigil kedinginan
Bersama mereka yang menderita
Jutaan umat-Mu tak bisa merayakan natal
Ketika perang masih terus mengganas
Dan para penguasa kehilangan rasa cinta
Membiarkan kehidupan menjadi taruhan
Jutaan umat-Mu menggadaikan nyawa
Dalam ketakpastian
Kapan damai mereka reguk kembali
Damai di bumi ciptaan-Mu
Ketika perang masih terus mengganas
Dan para penguasa kehilangan rasa cinta
Membiarkan kehidupan menjadi taruhan
Jutaan umat-Mu menggadaikan nyawa
Dalam ketakpastian
Kapan damai mereka reguk kembali
Damai di bumi ciptaan-Mu
Sejuta umat-Mu mengungsi
Mencari damai di tanah asing
Karena di negeri kelahirannya
Cinta dan persaudaraan telah layu
Dan berharap mendapatkan kembali
Di tanah yang masih ada tanda kehidupan
Mereka mengungsi tanpa kepastian
Merayakan natal-Mu di perjalanan
Dan di tempat persinggahan
Mencari damai di tanah asing
Karena di negeri kelahirannya
Cinta dan persaudaraan telah layu
Dan berharap mendapatkan kembali
Di tanah yang masih ada tanda kehidupan
Mereka mengungsi tanpa kepastian
Merayakan natal-Mu di perjalanan
Dan di tempat persinggahan
Ini natal yang datang kembali
Seperti tahun-tahun sebelumnya
Tetapi sejuta umat-Mu meratap
Di tengah desing peluru perang saudara
Tuhan, ya Putra Allah
Kutahu cinta-Mu tak pernah punah
Juga pada mereka yang tak ada kepastian
Kutahu Engkau ada di kepedihan mereka
Merayakan natal-Mu meski sederhana. ***
Seperti tahun-tahun sebelumnya
Tetapi sejuta umat-Mu meratap
Di tengah desing peluru perang saudara
Tuhan, ya Putra Allah
Kutahu cinta-Mu tak pernah punah
Juga pada mereka yang tak ada kepastian
Kutahu Engkau ada di kepedihan mereka
Merayakan natal-Mu meski sederhana. ***
Denpasar 24 Desember 2017
Komentar
Posting Komentar