SENANDUNG ANAK RANTAU
Ibu aku sudah terbang
Melintas pulau dan
bukit
Menerjang gunung menjulang tinggi
Menerobos laut lepas
Berkelana di negeri
jauh dari Mataraga*)
Ingin kukejar angan
Yang pernah kutulis di
atas pusaramu
Menjadi diriku sendiri
Aku ingin kabarkan
padamu
Di kota ini tak ada
matahari kembar
Juga tak ada bulan mendua
Masih ada berjuta bintang
Seperti di langit desa lereng gunung
Dan angin malam menjemputku
Pada rindu di Teda Sa’o**)
Aku sudah sampai
di kota angan
Seperti kisah perantau
pulang
Ini kota lereng gunung
Dibalut kerlap kerlip
bola pijar
Dan raungan mesin
kereta api
Sirene mobil ambulance
Dan lolong suara mobil kebakaran
Tak ada sunyi seperti di desa
Tempat engkau titipkan
nafasku
Ibu dari surga yang
indah
Kuharap dua matamu selalu terjaga
Dan mengawasi
langkahku
Kuharap kedua tanganmu
menuntunku
Sebab di kota ini bertebaran jalan berduri
Meski aku harus
melewatinya
Sebagai satu
episode perjuangan***
Asrama Manggar 2 Tembalangan Malang, Agustus 1982
*)Mataraga = tempat
sacral di rumah adat etnis Bajawa
**)Teda Sa’o = rumah
adat
Komentar
Posting Komentar