SEBAIKNYA KAU DIAM
Terserah kau mau jadi apa
Mau jadi presiden
Atau gubernur
Terserah!
Yang aku minta
Tulislah kata cinta
Pada bibirmu
Agar kau mulai belajar
Tentang kebersamaan
Sebab itulah hidup
Yang sesungguhnya
Di tengah medan juang
Penuh warna-warni
Terserah kau
Mau jadi penguasa
Dan berkuasa dimana
Tapi hiaslah hatimu
Dengan bunga ketulusan
Agar kelak kau pandai bernyanyi
Untuk memuaskan selera
Semua anak bangsa
Agar tak lagi mengumbar dengki
Sebab negeri ini tempat berdiam
Satu rumpun dari rahim leluhur Indonesia
Kuharap esok kau mulai diam
Tak lagi mendaras kata penuh dahak
Supaya suaramu menjadi tiupan roh
Dan Tuhan yang mendengarmu
Menumpahkan bahasa cinta
Lalu kau sadar
Bahwa di negeri kita
Tak ada manusia kafir.***
Denpasar, 20 April 2016
Komentar
Posting Komentar