ROS
Jika kau tak keberatan
Aku ingin menyulam
Hatimu yang tercabik
Agar menjadi gaun pengantin
Dan kita terbang ke langit
Bersanding pada satu bintang
Berikrar janji
Itu kalau engkau mau
Sebab namamu
Sudah kutulis
Di jalan salibku
Ros ini yang terakhir
Kutulis namamu
Untuk abadi dalam
sejarah.***
Balung, 25 Desember
1985
Perempuan di Gudang
Tembakau
Engkau bertudung karung goni
Bertarung dengan
matahari
Mengelus daun-daun
tembakau
Sampai matahari senja
Senyummu terasa kering
Kau tak perduli lagi
Bau menyengat
Dan asap rokok mandor
Mungkin singgah di paru-parumu
Ia mengawasimu
Dengan pentung di
tangannya
Senja hari menudung
bumi Balung
Engkau menadah tangan
di liang loket
Merasakan aliran rejeki sehari
Kutahu kau tak berdoa
pada Tuhanku
“Beri aku rejeki hari
ini”
Tetapi tatap matamu
Penuh makna
Malam ini kau bisa melihat
Anak-anakmu makan nasi
Lalu mereka pulas
tertidur
Dalam mimpi sucinya
Sambil mendengar nyanyi kodok di sawah
Adakah mereka punya masa depan?
Tuan-tuan di gedung
terhormat
Jangan hanya bicara
Tapi datanglah ke
tempat ini
Untuk menghitung
Berapa banyak rakyat
yang kau wakili
Menunggu kapan
menempati liang lahat
Karena kalah berperang
dengan kelaparan.***
Jember, 1 Mei 1986
Komentar
Posting Komentar