RINDU DI MALAM NATAL




Di gereja megah kotaini
Aku tak menemukan wajahmu
Tak ada sosok tubuh
Dalam balutan kain adat lawo*)
Yang  selalu  menghentak jiwaku
Saat  pohon natal memancar cahaya
Dari kaki altar gereja tepi pantai

Ketika  kulantun lagu malam kudus
Kutangkap wajahmu pada dinding sakristi
Kau tersenyum  sambil  melambaikan tangan
Menggiringku  kembali ke kampung
Pada malam natal tahun lalu
Berdua kita  menyusuri  jalan bebatuan
Bersama  desir  angin malam dari laut lepas

Aku rindu  suara-suara merdu
Yang melafal syair gloria
Dengan iringan denting lonceng tua
Tanpa  aroma parfum
Dan tanpa perempuan berbaju ketat
Aku rindu  natal orang-orang sederhana
Rindu pada mama-mama berbalut lawo
Dan bapa-bapa  gagah berpakaian  sapu**)

Aku  rindumalam natal  sederhana
Tanpa bola lampu pijar
Rindu cahaya  lampu petromax
Dan terang lilin yang syahdu
Rindu wajah  anak desa
Yang  baru belajar memakai baju baru
Tanpa alas kaki

Aku rindu suasana usai misa
Kita menyusur jalan pulang
Sejenak mengasoh di pantai Waekoe
Memandang  laut di bawah sinar rembulan
Menghitung  berapa tahun lagi
Engkau menungguku
Sampai kapan aku pulang dari rantau

Aku rindu Malapedho
Ketika kita menyusur lorong-lorong
Mengetuk pintu rumah
Untuk menebarkan damai natal
Dan  terakhir di pintu rumahmu
Kau membisik “Selamat Natal Nara***)”
Kulihat  bulan tersenyum

Ah, di kota ini
Aku tak menemukanmu
Hanya rindu  yang terbang
Hingga  lagu terakhir
Dan aku menyusur jalan kota
Dengan rindu anak desa
Padamu weta****).***

Asrama Manggar 2 Tembalangan Malang 24 Desember  1982
Setelah pulang  malam natal di Gereja Celaket
*)Lawo = kain adat perempuan
**)Sapu=kain adat laki-laki
***)Nara=saudara laki-laki
****)Weta=saudari perempuan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU