RINDU (5)



Ke Maghilewa
Aku selalu pulang  dalam  angan
Menjenguk rumah bapak
Memantik  kisah-kisah yang pernah ditoreh
Pada sepenggal jalan hidup bersamamu

Rindu engkau menuntunku
Menyusuri jalan setapak ke  pohon lontar
Di padang Wolooja dan Kobafange
Di  bukit Gedhatere dan Waebeke
Di Malapedho dan Tuaradhowolo
Tempat engkau menuai tetes-tetes nira
Untuk kehidupan anak-anakmu

Rindu bersamamu
Menyusuri jalan sempit
Ke kebun di Waeguru dan Koporongo
Ke huma di Dokokia dan Waenengi
Sambil menuntun kuda merah
Dan bersenandung  aiole
Di malam bulan terang

Bapak, aku rindu
Memelukmu saat ini
Setelah sulungmu  pergi
Dan berjumpa denganmu
Aku rindu memagut keningmu
Karena cintaku  tak pernah padam
Seperti cintamu yang tetap menyala.***

Denpasar, 30 Juli 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU