RINDU (4)




Ke Maghilewa
Rinduku menyusup  pada  wajahmu
Perempuan pemberi air susu putih
Dengan cintamu  tanpa tepi
Dengan kasihmu tanpa batas
Rindu perempuan  kuat
Ditempa alam lereng gunung
Rindu ibu pada sejuta diam
Di rumah kekal

Ke Maghilewa
Aku rindu menimba cintamu
Perempuan berwatak sahaja
Pemilik rahim yang pernah kau gadai
Antara batas hidup dan mati tanpa perjanjian
Kecuali erangan mengedan melahirkan
Dan senyum  menyambut buah rahimmu
Rindu memelukmu  sambil berbisik
Ibu, cintaku  tak pernah mati

Ke Maghilewa
Aku rindu sorot matamu
Sebening jiwamu
Rindu merebah pada dadamu
Dan menghitung  berjuta denyut jantungmu
Yang mengalirkan  air surgawi
Hingga aku  tumbuh pada duniaku kini
Ibu, aku akan pulang  menebar wangi lilin
Menulis doa-doa di batu nisanmu
Karena cintaku  tak pernah terbang
Lebih jauh dari cintamu.***

Denpasar, 29 Juli 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU