RENUNGAN MALAM
Matahari di Sao Ledo*)
redup
Tiang penyangga yang tercabut
Satu lagi penjaga warisan leluhur
Hilang dari daftar kehidupan
Pergi untuk tak kembali
Menghilang di awan biru
Mungkin kau berteduh di ranting beringin
Atau bertengger seperti burung malam
Di pelepah daun kelapa
Mungkin kau bermain ayunan
Di mayang lontar tepi pantai
Mungkinkah sewaktu-waktu
Kau datang bertandang
Di rumah adatmu
Dan mengitari ngadhu
Yang mengabadikan namamu: Liko
Tiang penyangga yang tercabut
Satu lagi penjaga warisan leluhur
Hilang dari daftar kehidupan
Pergi untuk tak kembali
Menghilang di awan biru
Mungkin kau berteduh di ranting beringin
Atau bertengger seperti burung malam
Di pelepah daun kelapa
Mungkin kau bermain ayunan
Di mayang lontar tepi pantai
Mungkinkah sewaktu-waktu
Kau datang bertandang
Di rumah adatmu
Dan mengitari ngadhu
Yang mengabadikan namamu: Liko
Kau telah terbang jauh
Melampaui langit ketujuh
Tak mungkin tersusul
Kecuali kematian
Seperti yang kau alami
Meski jiwa ini berontak
Ingin berlari menerjang kelam
Menangkap ujung kafanmu
Menyeretmu pulang
Kutahu ini mustahil
Karena kami tak punya kuasa
Seperti Sang Waktu miliki
Melampaui langit ketujuh
Tak mungkin tersusul
Kecuali kematian
Seperti yang kau alami
Meski jiwa ini berontak
Ingin berlari menerjang kelam
Menangkap ujung kafanmu
Menyeretmu pulang
Kutahu ini mustahil
Karena kami tak punya kuasa
Seperti Sang Waktu miliki
Matahari di atap rumah
adatmu
Penuh derai air mata duka
Pedih perih menoreh kisah
Ingin kusambung sejuta meter benang emas
Agar dari ujung yang satu
Kau senantiasa membisik kabar
Tentang tempat diammu yang baru
Setelah kau tidur panjang
Di rumah mungil yang sunyi
Penuh derai air mata duka
Pedih perih menoreh kisah
Ingin kusambung sejuta meter benang emas
Agar dari ujung yang satu
Kau senantiasa membisik kabar
Tentang tempat diammu yang baru
Setelah kau tidur panjang
Di rumah mungil yang sunyi
Pergilah, aku tak ingin
mengikatmu
Karena kau telah terbebas
Dari belenggu kehidupan fana
Kutahu perjalananmu sudah berakhir
Di tasik yang damai
Dan bermain kecapai
Dalam pancaran sakral
Kehidupan di istana barumu
Dari tanah Purworejo
Aku memahat kata
Dengan iman penuh penyerahan***
Karena kau telah terbebas
Dari belenggu kehidupan fana
Kutahu perjalananmu sudah berakhir
Di tasik yang damai
Dan bermain kecapai
Dalam pancaran sakral
Kehidupan di istana barumu
Dari tanah Purworejo
Aku memahat kata
Dengan iman penuh penyerahan***
Purworejo, 9 Pebruari
2016
Komentar
Posting Komentar