REFLEKSI DI LADANG SEMAI



Aku ada di rumah ini
Pada untaian senyum
Tersungging dari bibir-bibir  jejaka
Yang  sudah terbiasa merangkul  sunyi
Dan melafalkan kidung doa
Sebelum matahari  datang
Melantunkan  nyanyian senja
Setelah matahari berlalu

Di rumah ini ada saat aku tertawa melepas penat
Dan  bersekutu dengan-Mu di Katakomba
Mereguk pagi  hening dan malam sunyi
Melagukan  bait-bait mazmur
Mendekatkan jiwa ke pelukan-Mu
Sambil  berbisik: Tuhan, ini aku utuslah aku

Di Katakomba  wajah-Mu menusukku
Dan di Kapela lambung-Mu menggugatku
Seperti kudengar suara-Mu
Kutahu aku terlalu lama  berdiang di api unggun
Bersama  sejuta  kelekatu malam
Seperti Engkau berucap:
Selamat datang di ladang semai
Dan  ingatlah semuanya terserah kau
Menjawab tulus atau penuh kebohongan

Tuhanku aku ini hamba-Mu
Ingin menjawab bisik-Mu
Ketika usia tak lagi muda
Aku telah mereguk seribu pengalaman
Mungkinkah di ladang semai ini
Aku tumbuh menjadi mawar
Tanpa duri yang melukai hatiku sendiri
Beri aku  hasrat  mencari makna hari demi hari
Untuk menemukan diriku sendiri.***

Ritapiret Agustus 1987


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU