MALAM SUNYI DI RITAPIRET
Bibir-Mu
melesatkan senyum
Menikamku di balik kelambu
Pada ranjang sunyi di kamar sempit
Engkau yang kudus
Menenangkan gelisahku
Tidurlah anak-Ku
Sebab malam-malam di sini
Selalu sunyi
Nafas-Mu melesat dari luka lambung
Menembus jiwaku
Aku damai dalam nama-Mu
Darah-Mu
menetes
Dari telapak tangan-Mu
Menghapus
gelisahku
Aku pasrah di detik-detik gelisahku
Dan bilur-bilur tiris dari telapak kaki-Mu
Tapi senyum di bibir-Mu memberi kekuatan
Aku
harus bertahan di sini
Sampai
waktu jedah tiba
Dan
kulantunkan mantra
Selamat
tinggal malam sunyi.***
Ritapiret, September 1987
Komentar
Posting Komentar