Bersamamu burung camar Kita bersenandung tentang matahari Yang menepi di kaki langit Menyongsong malam Menjenguk kelam Aku masih di sini Merindu sungai yang bersih Dan perempuan Bermata sayu Menerkamku Aku ingin terbang Menembus langit kota ini Menghitung bola lampu jalanan Dan mencatat setiap sabda Yang lahir dari hembusan alam Lalu kujadikan ceritera Saat aku bertemu denganmu Di suatu waktu nanti Di tepi kali Madiun Aku menguak tabir malam Menyapamu dengan bahasa seadanya Ketika kau melambaikan tangan dari kejauhan Sambil bermadah: Pulanglah! Ah, aku ingin bertarung di sini Menyusun patahan-patahan cinta Menjadi pedang melawan kemiskinan Di tepi kali Madiun Rinduku merebut mahkota Untuk kutahtakan di singgasana jiwa Sebab usiaku belum terlambat ...
Komentar
Posting Komentar