MATALOKO (1)
Mataloko (1)
Aku mengenang Mataloko
Kota kaki bukit
Berhias bunga albesia
Kota berselimut kabut
Dan embun meniris tanpa musim
Di Mataloko aku menulis kisah
Tentang jalan cinta putih
Ketika kekasih menyemai benih di
rahimnya
Menapaki jalan tanah merah
Pada belai kasih orang-orang yang
mencinta
Di Mataloko kudengar tangismu
Anak titipan Tuhan
Pada tangan-tangan para pengabdi
Dan doa Ave Maria
Berbaur pada tangis indahmu anakku
Ke Mataloko aku selalu rindu
Untuk ziarah di saat yang tepat
Ke Mataloko rindu tak pernah padam
Karena sederet wajah tak terhapuskan
Pemilik hati dan tangan yang berbagi.***
Denpasar, 26 Agustus 2016
Komentar
Posting Komentar