PENGGUSURAN
Aku melihatmu dalam
kerumunan massa
Ketika kau menerobos
kebiasaan
Melawan
kesewenang-wenangan
Aku menjemputmu dalam
doa
Karena kau telah membuatku berdecak
Kau perempuan kuat
Yang kulihat hari ini
Milikmu hanya sebuah
gubuk
Dan nafasmu kau simpan
di situ
Kau tidak punya
siapa-siapa
Bahkan juga tak punya
pemerintah
Kau hidup dari
sisa-sisa kehidupan
Dari orang-orang yang
berlimpah kekayaan
Meski kau tetap
merasakan
Sebagai anak satu
negara
Kau bercucuran keringat
Menghadang laskar
berseragam
Yang berperang melawan ketidaktertiban
Ketika mereka turun ke
pinggir stasiun
Dan menggusur gubuk istanamu
Dan setelah lelah kau
duduk di rel kereta api
Menunggu kereta lewat
Menginginkan
roda-rodanya menggilas tubuhmu
Karena kau merasa
sudah bukan anak negeri ini
Kuharap air matamu
menjadi pemuas dahaga
Bagi penguasa yang
tuli mendengar jeritan
Orang-orang yang
terpinggirkan.***
Stasiun KA Jember, 21
April 1985
Komentar
Posting Komentar