BARA API DI PADANG
Kemarau ini belum bertepi
Daun nyiur merunduk hilang nafas
Pelepah pisang kepok melemas
Ranting pohon reo kerontang
Lontar tak melahirkan mayang
Penyadap nira istirahat
Turun ke laut bermain ombak
Ubi kayu tak lagi bertunas
Belalang pun enggan berkeliaran
Daun nyiur merunduk hilang nafas
Pelepah pisang kepok melemas
Ranting pohon reo kerontang
Lontar tak melahirkan mayang
Penyadap nira istirahat
Turun ke laut bermain ombak
Ubi kayu tak lagi bertunas
Belalang pun enggan berkeliaran
Padang ilalang
mengering
Tak lagi lambai pada tiupan angin laut
Butir-butir debu jalan tanpa aspal
Terbang di langit kota kecil
Ternak melenguh kehausan
Burung pipit menciap kepanasan
Anak-anak pendaki bukit
Menyeka keringat
Sambil berdoa agar siang cepat berlalu
Tak lagi lambai pada tiupan angin laut
Butir-butir debu jalan tanpa aspal
Terbang di langit kota kecil
Ternak melenguh kehausan
Burung pipit menciap kepanasan
Anak-anak pendaki bukit
Menyeka keringat
Sambil berdoa agar siang cepat berlalu
Ini kemarau pantai selatan
Sungai-sungai kering
Meski laut tetap angkuh
Mengirim gelombang ke bibir pantai
Bercumbu dengan pasir
Dan awan bening berarak semadi
Dari barat ke timur
Dan dari utara ke selatan
Tanpa mengirim butir-butir hujan
Sungai-sungai kering
Meski laut tetap angkuh
Mengirim gelombang ke bibir pantai
Bercumbu dengan pasir
Dan awan bening berarak semadi
Dari barat ke timur
Dan dari utara ke selatan
Tanpa mengirim butir-butir hujan
Dan matahari tenggelam di ufuk barat
Desah ombak memecah sunyi malam
Kota kecil tanpa listrik
Pelita-pelita kelap-kelip dari jendela rumah
Lampu samar dari perahu nelayan
Kota pantai selatan yang hening
Tak ada hentak musik memabukkan
Malam yang mematikan kehidupan
Desah ombak memecah sunyi malam
Kota kecil tanpa listrik
Pelita-pelita kelap-kelip dari jendela rumah
Lampu samar dari perahu nelayan
Kota pantai selatan yang hening
Tak ada hentak musik memabukkan
Malam yang mematikan kehidupan
Dan dari padang ilalang
Kobar nyala api membakar
Seperti neraka menakutkan
Tangan-tangan jahil yang tak bisa diam
Menyulut bencana alam
Hingga Camat berteriak minta pertolongan
Oh, anak-anakku yang esok harus sekolah
Harus ke gunung untuk memadamkan api
Yang seharusnya bukan tugasnya
Kobar nyala api membakar
Seperti neraka menakutkan
Tangan-tangan jahil yang tak bisa diam
Menyulut bencana alam
Hingga Camat berteriak minta pertolongan
Oh, anak-anakku yang esok harus sekolah
Harus ke gunung untuk memadamkan api
Yang seharusnya bukan tugasnya
Kemarau
Kebakaran
Asap
Bara api
Semua kehidupan musnah
Entah siapa yang biadab.***
Kebakaran
Asap
Bara api
Semua kehidupan musnah
Entah siapa yang biadab.***
Aimere, Juni 1978
Komentar
Posting Komentar