RINDU PADAMU
Ayah, setahun sudah engkau pergi
Kau tinggalkan sejuta kenangan
Dan jejak-jejakmu tak terhapuskan
Rindu senandungmu di pucuk lontar
Menyadap nira di pagi buta
Rindu puisi-puisi senja
Dari langit kampung kita
Kau tinggalkan sejuta kenangan
Dan jejak-jejakmu tak terhapuskan
Rindu senandungmu di pucuk lontar
Menyadap nira di pagi buta
Rindu puisi-puisi senja
Dari langit kampung kita
Ayah, aku iklas
Meski rindu anak bungsu
Bermain juk di pondok tuak
Sambil menghitung bintang di langit
Dan engkau katakan:
Raihlah satu bintang itu
Dan jadikan penyuluh
Perjalananmu menuju kaki langit
Kau perkasa ayah
Meski kutahu kau tak sempurna
Kau membuatku bangga
Punya ayah petani penyadap
Yang menebas belukar duri malu
Membiarkan aku seperti kijang liar
Berlari mengejar mimpi
Di dunia jiwaku
Entah nanti berakhir di mana
Ayah, aku masih mengayuh sampan
Mengarungi samudera
Kutahu kau adalah angin buritan
Yang membuat layar terkembang
Turut mengayuh bidukku
Dengan caramu sendiri
Hingga aku sampai ke tepian.***
Kampung Kabor C 5 November 1976
Komentar
Posting Komentar