KUKETUK PINTU HATIMU
Ijinkan aku sahabatku
Untuk mengetuk pintu hatimu
Agar engkau bangun dari jiwa rapuhmu
Karena kita harus terus berlari
Berpacu dengan waktu
Menggapai cita-cita
Anak pewaris negeri
Pengusung bumi masa depan
Untuk mengetuk pintu hatimu
Agar engkau bangun dari jiwa rapuhmu
Karena kita harus terus berlari
Berpacu dengan waktu
Menggapai cita-cita
Anak pewaris negeri
Pengusung bumi masa depan
Kita tidak bisa mengutuk waktu
Yang katamu tak bersahabat
Lalu mencari keteduhan
Pada seribu cangkir arak
Yang katamu untuk penawar gundah
Sahabat…kita masih muda
Perjalanan kita masih panjang
Kita yang menentukan
Akan berujung dimana
Dan berbatas dengan apa
Kuketuk pintu hatimu sahabatku
Singsingkan lengan bajumu
Dan hapus air mata dukamu
Karena jalan hidup
Harus disusuri sendiri
Dan mereka di sekelilingmu
Adalah sahabatmu
Entah sejati atau munafik
Jangan perdulikan mereka
Karena kita yang menentukan
Akan tiba di titik mana
Kita harus berhenti menghujat
Negeri yang belum ramah
Karena di sini ari-ari kita ditanam
Dan di sini pula
Darah kita harus diteteskan
Untuk melahirkan negeri yang lebih beradab
Kuketuk pintu hatimu
Kembalilah sahabatku
Di detak jantungmu
Kita bersanding apa adanya
Hingga sampai waktunya
Kita mencari diri sendiri.***
SPGK Don Bosco Maumere, April 1976
Komentar
Posting Komentar