TUHAN YANG SERUPA



( Kepada Ustad Zakaria)

Kita telah menghabiskan perjumpaan
Setengah dari satu malam
Untuk menutur tentang Tuhan
Tuhan yang jauh  di langit ketujuh
Tuhan yang dekat di lubuk hati
Tuhan yang serupa di hatimu dan hatiku

Kita telah lama bersahabat
Dengan hati yang selalu pilu
Dengan jiwa yang selalu resah
Ketika  menyaksikan lakon sandiwara
Saat Tuhanmu dan Tuhanku diadu
Hingga  meluap tumpahan darah
Darah angkara murka

Kulihat bulir-bulir air matamu
Dan kau biarkan jemariku menghapus dengan kain lenan
Kau  tak tahan melihat derai air mataku
Dan kubiarkan tanganmu  menghapus dengan sorbanmu
Ketika kita  menangisi kisah duka  lara
Perseteruan  atas nama Tuhan
Hingga  nyawa sesama tak lagi berharga

Kita sepaham  menyebut Tuhanmu dan Tuhanku
Adalah Tuhan kita yang satu dan sama
Kita menyembah dengan cara berbeda
Untuk  satu tujuan hidup akhirat
Agar  dosa-dosa umat manusia tertebuskan
Dan keselamatan  menjadi ganjaran yang setimpal

Kita  sama-sama punya hati yang gelisah
Kita pemilik  jiwa yang resah
Ketika  merasakan belaskasih  sesama
Diruntuhkan oleh  tiupan roh-roh jahat
Yang  merangsang akal manusia
Menjadi  mahluk yang saling memangsa
Di  padang kehidupan  yang sama

Sahabat, kita tak boleh kalah
Berjuang terus untuk membangun peradaban
Meski  onak duri akan senantiasa menusuk jiwa
Sebab  meluruskan  jalan berkelok
Perlu  waktu  dan pengorbanan
Terimakasih kita telah  sepaham
Bahwa kekerasan atas nama agama
Adalah  mata tombak  yang membinasakan.***

Ambulu,Jember, Maret  1984

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU