KITA HARUS JEDAH




Kita coba merajut keping-keping rasa
Menjadi seutas tali pengikat jiwaku dan jiwamu
Kita coba melangkah bersama
Pada tanah yang  kita pikir selamanya akan datar
Ternyata  terlalu banyak kerikil tajam
Dan  kawat berduri menghadang
Kita sedang  bertarung di arena hitam dan putih
Penuh warna perbedaan

Aku ingin sujud di atas tanah
Dan engkau  maunya  terbang  ke angkasa
Padahal kita sama-sama tak punya sayap
Aku ingin melangkah di tanah datar
Dan engkau maunya  berlari ke kaki langit
Padahal  tapak kaki kita masih bisa dijengkal
Hanya pantas untuk melangkah pelan-pelan
Sambil berharap akhirnya bisa  tergapai

Aku ingin bermain ombak di samudera timur
Dan engkau maunya  berselancar di ufuk barat
Kita selalu  tak sama dalam segala hal
Sehingga hari-hari telah kita biarkan terlewatkan
Dalam catatan-catatan tanpa kepastian
Mungkin  kita perlu waktu jedah lebih lama
Untuk menemukan jalan yang sama
Agar bisa  satu irama mengayun langkah.***

OKU, Pebruari 1984


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU