MARIATI




Di bukit  ini  engkau tidur panjang
Setelah lelah memanggul beban
Dan  gagal menyembunyikan rasa malu
Ketika deretan  kata cemooh
Tak berhasil  kau tangkal
Dan  kau memilih jalan pintas
Bunuh diri

Kau tidak  sendiri
Karena kau pergi membawa  janin
Yang  bersemayam  di rahimmu
Entah siapa yang mencangkul ladang
Dan menebarkan  benihnya
Hanya  kau yang tahu
Dan kau membawa pulang
Ke bukit  sunyi

Gundukan  tanah  merah
Tak bisa basah oleh air mata ibu
Yang  kelu tak bisa bicara tentang keadilan
Kecuali  menerima azab sebagai  jalan hidup  abadi
Kau telah berbaring di perut  bumi
Tak lagi didera sejuta kata
Menjadi orang merdeka

Mariati
Di pusaramu  kembang jepun masih basah
Menebarkan  harum senja hari
Entah siapa lagi nanti menemanimu
Ketika  setiap  orang  gagal
Berdamai  dengan diri sendiri
Kuharap  kau orangterakhir
Yang pergi dengan caramu ini.***

Tegal Arum Sumsel September 1983



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU