PERCAKAPAN DI NERAKA

 

Ibu, rumah baru kita ini
Sangat panas
Menyiksa
Membakar
Menghanguskan
Mengapa kami dibawa ke sini?
Mengapa ibu?

 

Dan ibunya tertunduk lesuh
Sambil menahan panasnya api neraka
Lalu melihat wajah keempat anaknya
Nak, tanyakan pada ayahmu
Karena dia imam keluarga
Dan ibu harus tunduk di kakinya

 

Bara neraka semakin membakar
Nyala api melalap sekujur tubuh mereka
Dan anak-anak memandang ayahnya
Ayah, mengapa kita berada di sini
Terpanggang bara panas
Dilalap kobaran siksa neraka?

 

Ayahnya tertunduk lesuh
Tubuhnya semakin hitam legam
Dan ia memandang istrinya
Lalu mengelus kepala anak-anaknya
Sambil berkata: Maafkan ayahmu
Yang tergoda rayuan setan
Menyebabkan kita menderita 

 

Anak-anaknya terus bertanya
Mengapa ayah tergoda rayuan setan?
Lalu ayahnya menangis meraung-raung
Nak, para setan menjanjikan surga
Dan kita menjadi pengantin
Bersanding dengan 72 bidadari cantik
Jika kita mati dengan cara bom bunuh diri

 

Istri dan anak-anaknya berteriak histeris
Ayah kejam, ayah biadab
Kami mau pulang ke dunia!

 

Tapi pintu neraka sudah digembok
Dan gerbang dunia sudah tertutup rapat
Lalu para korban bom
Berteriak dari surga yang penuh damai
Neraka adalah keabadian
Untuk setiap kejahatan kemanusiaan.

Duda, Selat Karangasem 19 Mei 2018

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU