BOM KEBENCIAN
(Kepada Pengkhianat Rakyat)
Aku percaya pada kemahakuasaan Tuhan
Kemahakuasaan-Nya yang mencipta
Aku percaya Ia pencipta langit dan bumi
Langit yang menawarkan mega mempesona
Dan bumi yang menumbuhkan seluruh kehidupan
Benih-benih kasih ilahi yang ditaburkan-Nya
Terus mengakar dalam keragaman
Dan kita menjadi mahluk pilihan-Nya
Karena kita berakal budi
Tuhan yang kita sembah dengan berbagai nama
Kita hormati dengan berbagai cara
Adalah Tuhanmu dan Tuhanku
Ia sama dan serupa
Dan kita sama-sama mengabdi pada-Nya
Ia tidak pernah meminta dihormati dan dibela
Dengan cara merakit mesiu dan bom mematikan
Lalu memusnahkan ciptaan-Nya
Sambil berteriak: Demi kemuliaan asma Allah!
Tuhan tak pernah mengajarmu
Jalan kekerasan menuju surga
Sebab hanya jalan penuh damai dan penuh kasih
Terbentang sampai ke pangkuan-Nya
Ia akan membuka telapak tangan untuk menerima hamba-Nya
Sambil bersabda: kemarilah anak-Ku!
Dan kita menemukan keabadian hidup bersama-Nya
Hanya kasih yang mengantar kita
Pada keabadian hidup di hari akhirat
Mengapa engkau mesti merakit bom pemusnah
Dan meledakkan rumah-rumah ibadah
Mencabik-cabik daging dan tulang sesamamu
Merobek jiwa dan raga saudaramu
Dan merelakan hidupmu menjadi tumbal kebiadaban?
Engkau telah merakit bom kebencian
Menjalar pada berjuta hati yang sedang goyah
Yang penuh sentimen pada sesama
Hanya karena berbeda keyakinan
Engkau telah menggiring para jelata
Menjadi pengantin demi memenuhi ambisimu
Kamu adalah predator bangsa ini
Yang berkeliaran di gedung-gedung megah
Yang seharusnya kau tahu panggilanmu
Bahwa kau harus membela kemanusiaan
Bom meledak di mana-mana
Korban jiwa dan harta berjatuhan
Darah mereka tertumpah sia-sia
Itu darah orang tak berdosa
Tapi engkau masih membela kebejatan
Dan menebarkan bom kebencian
Aku bertanya padamu: Masih manusiakah engkau?
Kau harus menjawab pada rakyat
Yang engkau wakili
Bagiku kau itu pengkhianat!
Denpasar, 14052018
Komentar
Posting Komentar