DUA ABAD LALU DAN KINI

 

Dua abad lalu dan kini
Adalah catatan hari-hari yang harus lewat
Dan hari ini pun akan lewat
Kekuasaan apapun tak bisa mengembalikannya lagi
Tetapi jika ada tangan yang melukis sejarah
Waktu yang telah lalu selalu kembali lagi

 

Bahkan sang pelukis yang telah mati
Hidup kembali dan berbicara
Tentang karya-karya yang semula sederhana
Telah menjadi sejarah yang terus diajarkan
Dan buah-buahnya telah dinikmati

 

Seperti karya sederhana tuan Raifeisen
Yang terus tumbuh dan berkembang
Meski dua abad adalah jalan panjang
Yang penuh liku dan tantangan
Lukisan tangannya sampai saat ini
Terpampang pada pigura bernama Credit Union

 

Dua abad tuan Raiffesien sudah mewariskan
Adakah hari ini adalah titik pertama
Membawa Credit Union ke masa depan
Untuk tetap kekal abadi
Atau adakah kita akan berkhianat
Dan Credit Union mati pada generasi kita?

 

Kita harus punya tekad
Untuk tetap bersatu dan bersama
Kita tak akan kuat melawan ketakpastian
Tetapi dengan bersama
Dua abad tetap ada hari ini
Dan hari ini bergerak ke depan
Dalam kepastian.

Hotel Horison Palembang, 6 Mei 2018

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU