PIDATO LUSUH DARI PODIUM
Dari podium itu
Kudengar pidatomu
Kau bilang kita telah merdeka
Ah itu katamu
Perempuan-perempuan bagai burung dara
Kesepian di sangkar kehidupan
Karena lelakinya tak punya gading
Membayar mahar
Kudengar pidatomu
Kau bilang kita telah merdeka
Ah itu katamu
Perempuan-perempuan bagai burung dara
Kesepian di sangkar kehidupan
Karena lelakinya tak punya gading
Membayar mahar
Dari podium itu
Kau bilang merdeka itu hak anak bangsa
Ah itu ungkapan bibirmu
Nafas anak kampung patah
Menahan busung lapar
Dan tunas muda layu
Sebelum akar jadi kokoh
Dan keras bagai batu karang
Tangis menggiring langkah ke pemakaman
Kau bilang merdeka itu hak anak bangsa
Ah itu ungkapan bibirmu
Nafas anak kampung patah
Menahan busung lapar
Dan tunas muda layu
Sebelum akar jadi kokoh
Dan keras bagai batu karang
Tangis menggiring langkah ke pemakaman
Sudah… cukup sudah
Aku tak butuh tutur tatar
Karena semakin membuatku lapar
Dan kau menjadi pembohong
Jadikan tulang belulangmu
Seperti tofa petani desa
Dan kau berorasi sambil mencangkul
Tanah air ini.***
Aku tak butuh tutur tatar
Karena semakin membuatku lapar
Dan kau menjadi pembohong
Jadikan tulang belulangmu
Seperti tofa petani desa
Dan kau berorasi sambil mencangkul
Tanah air ini.***
Maumere, 17 Agustus 1977
Komentar
Posting Komentar