PERTEMUAN TERAKHIR



Tubuh perempuan kaku
Raga yang mengerut
Tergolek tanpa daya
Ibu engkau menderita
Di tahun-tahun pesiarahanmu

Dalam deraan raga yang lemah
Kulihat jiwamu kuat
Dan bibirmu tersenyum
Bola mata penuh cinta
Menikam jiwaku

Aku ingin tetap di sini
Bersamamu sampai waktunya tiba
Engkau kembali pada keabadian
Tapi kudengar suaramu gemetar:
Terbanglah anakku
Memetik satu bintang
Agar ketika ibu pergi
Engkau masih menanam benih
Di jalan salibmu

Ibu aku pergi
Meski mungkin esok akan kembali
Ketika ibu telah tunaikan derita
Dan aku kembali ke pusaramu
Untuk meluruhkan air mata duka
Melantunkan doa penyerahan.***

Maghilewa, 9 November 1975
Terakhir kali mencium ibuku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU