PEREMPUAN DI SEBUAH GUBUK



Matamu sayu  menembus luka
Jiwa asa  di pembaringan
Pada gubuk beratap  plastik bekas
Kau kisahkan  jalan hidup
Dari kisah kelahiran
Kawin lalu cerai
Dan  jiwamu yang mati
Terpanggang  ketakberdayaan
Jatuh  dalam pelukan malam
Dunia hitam di tepian stasiun kereta api
Menjadi surgamu
Kau mengaku jadi terlena
Dalam  penyerahan

Dan bibir bau gincu
Menjerat  pelancong kesepian
Yang merapat membagi hasrat
Sejenak melepas kepenatan
Lalu  kau kembali pada kesepian
Tanpa siapa-siapa

Kau katakan: Ini hidup yang harus dijalani
Meski kau tahu di  tempat lain
Ada kesempatan yang lebih berharga
Tapi  siapa yang rela mengangkat derajat
Perempuan yang  merajut sisa hidup
Menghadap  hari  terakhir
Tanpa siapa  pengusung keranda?

Sudah tengan malam
Lampu di tepian  stasiun padam
Kau  melambaikan tangan
Berujar: Sampai jumpa nanti
Di gubuk itu  kau mengasoh
Menyudahi sisa malam ini
Kusentak nafas pada realitas
Ini kehidupan nyata
Negeri  yang belum  sempurna.***

Stasiun  Jember, Desember  1984


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU